CEO Dorna Sports SL, Carmelo Ezpeleta, mengatakan Indonesia sebagai negara penting dalam gelaran balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP. Peluang Indonesia untuk menjadi tuan rumah terbuka lebar. Namun, sejumlah persyaratan harus dipenuhi dulu oleh Indonesia agar dapat menggelar MotoGP di Sirkuit Sentul, Bogor.
"Indonesia sudah masuk dalam rencana kami sejak lama. Ini adalah negara besar dengan pertumbuhan tinggi dalam sektor penjualan motor. Masyarakat di Indonesia juga banyak yang mengendarai motor. Indonesia adalah negara yang penting bagi kami," ungkap Ezpeleta kepada wartawan usai konferensi pers Road to MotoGP 2017 di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (20/5) kemarin.
"Alasan kami di sini karena Pemerintah Indonesia tertarik untuk menggelar MotoGP. Dan kami menjelaskan syarat apa saja yang harus dipenuhi, termasuk homologasi sirkuit," imbuhnya.
Dorna memang telah lama dikabarkan sedang melirik pasar potensial baru MotoGP di luar benua Eropa. Setelah memiliki balapan di Sirkuit Sepang, Malaysia dan Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, promotor MotoGP itupun berharap dapat menunjuk satu lagi tuan rumah di wilayah Amerika Selatan dan Asia Tenggara. Dan negara Indonesia masuk dalam radar Dorna.
Kendati pernah menggelar MotoGP pada musim 1996 dan 1997 silam, tak berarti Indonesia dapat dengan mudah untuk kembali menjadi tuan rumah. Ada sejumlah persyaratan yang ditetapkan oleh Dorna. Homologasi sirkuit menjadi faktor paling utama. Sirkuit Sentul yang berlisensi Grade C saat ini jelas sangat tidak layak untuk menggelar balapan. Untuk dapat menggelar MotoGP, sebuah sirkuit harus berlisensi Grade A berdasarkan Standars For Road Racing Circuit (SRRC) yang ditetapkan oleh Federasi Balap Motor Internasional (FIM).
"(Sirkuit Sentul) perlu banyak perbaikan. Kami sudah melihat banyak sirkuit yang menjadi tuan rumah dan mereka telah melakukan banyak perubahan. Pertanyaannya sekarang, apakah lebih memungkinkan (bagi Indonesia) untuk memperbaiki Sentul atau membangun sirkuit baru?," ucap Ezpeleta.
Selain persyaratan homologasi sirkuit, Indonesia juga harus bersaing dengan Thailand. Negeri Gajah Putih itu santer dikabarkan mengincar status tuan rumah MotoGP pada musim 2017. Kesuksesan menggelar World Superbike (WSBK) di Sirkuit Chang, Buriram pada 22 Maret lalu, membuat pihak penyelenggara optimistis dapat menggelar balapan di Thailand. Apalagi, Managing Director of Events Area Dorna, Javier Alonso, juga telah mengunjungi dan mengecek langsung kondisi Sirkuit Chang.
"Thailand? Belum ada negara yang mengajukan penawaran untuk menjadi tuan rumah. Kami yang memutuskan negara mana yang menjadi tuan rumah," tukas Ezpeleta.
"Begitu pula dengan Indonesia. Jika sirkuit mereka mendapat homologasi, maka Indonesia bisa menggelar balapan. Tapi jika tidak mendapat homologasi, maka mereka tidak akan bisa menggelar balapan. Nasibnya sama seperti sirkuit lain (yang menunggu homologasi).
"Jika Indonesia ingin menggelar MotoGP, tentu saja mereka harus memenuhi standar tinggi pada musim 2017 nanti. Tidak banyak negara yang bisa menjadi tuan rumah. Indonesia akan menggelar balapan, jika mereka memenuhi persyaratan kami," tandas pria asal Spanyol itu.
Thailand bukan satu-satunya negara yang tertarik dengan MotoGP. Pada akhir April lalu, Finlandia juga menyatakan keinginannya untuk menjadi tuan rumah. Sirkuit baru bernama Kymi Ring itu telah masuk dalam rencana pembangunan. Kymi Ring bahkan telah mengantongi status Grade A dari FIM dan Grade 2 dari Federasi Otomotif Internasional (FIA) untuk balap Formula 1.
"Mereka (Finlandia) belum masuk dalam kalender balap. Mereka memang memiliki proyek (untuk menggelar MotoGP)," beber Ezpeleta.
"Tidak adil membandingkan sirkuit satu dengan yang lain. Kami baru akan mencapai kesepakatan jika sirkuit telah diperbaiki dan mendapat homologasi. Bukan soal sirkuit mana yang terbaik," pungkasnya.
Tag :
BERITA

0 Komentar untuk "Indonesia Jadi Tuan Rumah MotoGP 2017"